Pembangunan Jembatan Sungai Lalan Lambat, Warga Sabar Menunggu Komitmen Perusahaan

MUSI BANYUASIN, Beritasriwijaya.com Lambatnya pengerjaan pembangunan jembatan di Kecamatan Sungai Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, yang roboh akibat tertarik kapal perusahaan, terus menjadi sorotan masyarakat. Jembatan tersebut merupakan akses vital dan nadi utama perekonomian warga setempat.

Camat Sungai Lalan, Jamian, mengungkapkan bahwa pihak kecamatan telah berupaya maksimal mendorong percepatan pembangunan. Bahkan, sejak kejadian robohnya jembatan, telah dilakukan sebanyak 32 kali rapat bersama pihak perusahaan dan pemangku kepentingan terkait.

“Respons dari pihak perusahaan sebenarnya cukup baik. Mereka menyatakan bertanggung jawab. Namun, seiring berjalannya waktu, pengerjaan menjadi lambat karena dana yang digunakan untuk perbaikan ini merupakan dana asosiasi, yaitu perkumpulan beberapa perusahaan, baik perusahaan batu bara maupun kayu,” ujar Jamian.

Menurutnya, keterlambatan terjadi karena iuran dana antarperusahaan tidak berjalan lancar. Namun, terkait penyebab ketidaklancaran tersebut, pihak kecamatan mengaku tidak mengetahui secara rinci karena merupakan masalah internal perusahaan.

Jembatan Roboh Sejak Agustus 2024

Diketahui, insiden penabrakan jembatan terjadi pada 12 Agustus 2024. Saat itu, jembatan ditabrak oleh tongkang perusahaan pengangkut batu bara yang ditarik kapal dengan assis Paris 22, saat melintas di Sungai Lalan.

Camat Jamian juga mengungkapkan, selama dirinya menjabat sejak Juli 2023, insiden kapal menyenggol jembatan telah terjadi sebanyak lima kali. Faktor penyebabnya antara lain kondisi cuaca, lampu penerangan jembatan yang mati pada malam hari, serta arus sungai yang kuat saat pasang.

Ekonomi Lumpuh, Warga Tetap Cinta Damai

Akibat jembatan putus, masyarakat Sungai Lalan telah merasakan dampak besar selama lebih dari satu tahun. Aktivitas ekonomi terganggu, distribusi hasil kebun dan usaha warga terhambat, serta akses pendidikan menjadi tidak normal.

Pada Mei 2025, masyarakat sempat sepakat untuk menggelar aksi damai sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Namun, aksi tersebut tetap mengedepankan ketertiban dan keamanan.

“Jembatan ini adalah nadi perekonomian masyarakat. Warga Sungai Lalan termasuk masyarakat yang sabar. Kami cinta damai. Selama perusahaan tetap berkomitmen, masyarakat masih bersedia menunggu,” tegas Jamian.

Janji Penyelesaian dan Fasilitas Gratis

Ketua Karang Taruna Kecamatan Sungai Lalan, Farid, menyampaikan bahwa pihak perusahaan telah berjanji pembangunan jembatan akan selesai pada 31 Desember 2026.

Sementara itu, untuk memastikan aktivitas warga tetap berjalan, sejak awal robohnya jembatan, anak-anak sekolah dan masyarakat menyeberang sungai menggunakan transportasi air yang digratiskan.

“Kami minta agar masyarakat dan anak-anak sekolah tetap bisa beraktivitas seperti saat jembatan masih ada. Semua biaya penyeberangan ditanggung oleh perusahaan melalui AP6L,” ujar Farid.

Masyarakat Sungai Lalan berharap janji penyelesaian pembangunan jembatan benar-benar direalisasikan, sehingga roda perekonomian dan aktivitas sosial dapat kembali normal tanpa harus menunggu lebih lama. (ydp)

Pos terkait