Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Kabar duka itu datang, membawa hening yang tak biasa bagi masyarakat Sumatera Selatan. Seorang putra daerah, mantan gubernur dua periode, telah berpulang ke pangkuan Ilahi.
Kepergian H. Alex Noerdin bukan sekadar berita tentang wafatnya seorang tokoh. Ia adalah bagian dari bab penting dalam sejarah pembangunan Sumatera Selatan—bab tentang lompatan besar, tentang mimpi yang dipaksa menjadi nyata.
Di masanya, sekolah gratis dan berobat gratis bukan sekadar slogan. Itu menjadi pintu bagi anak-anak desa untuk tetap bersekolah tanpa takut biaya. Itu menjadi harapan bagi masyarakat kecil yang ingin sembuh tanpa dihantui tagihan rumah sakit. Banyak keluarga merasakan langsung sentuhan kebijakan tersebut, kebijakan yang membuat pemerintah terasa hadir lebih dekat.
Di bidang infrastruktur, langkahnya terbilang berani. LRT Palembang berdiri sebagai simbol modernisasi—transportasi rel pertama di luar Jawa. Kota Palembang berubah wajah, bergerak lebih cepat, menatap masa depan dengan keyakinan baru. Dunia menoleh ketika Jakabaring Sport City menjadi panggung ajang olahraga internasional. Sorak sorai SEA Games dan Asian Games pernah menggema di bumi Sriwijaya.
Ia memimpin dengan visi besar. Ia membangun dengan ambisi yang tak kecil. Ia ingin Sumatera Selatan tidak sekadar berjalan, tetapi berlari.
Ia mungkin bukan pemimpin yang sempurna. Namun ia adalah pemimpin yang berani mengambil keputusan besar.
Namun perjalanan seorang pemimpin tak selalu mulus. Di akhir karier politiknya, badai datang. Proses hukum menjerat namanya, menghadirkan perdebatan dan kekecewaan. Sebagian memuji warisannya, sebagian mempertanyakan kebijakannya. Begitulah sejarah bekerja—ia menyimpan keberhasilan dan ujian dalam satu catatan yang sama.
Dalam suasana duka ini, mungkin yang lebih bijak adalah melihatnya secara utuh. Sebagai manusia yang pernah berbuat, pernah salah, pernah dipuji, dan pernah diuji. Waktu akan menilai dengan caranya sendiri.
Selamat jalan, Pak Alex Noerdin. Terima kasih atas jejak pengabdian yang telah ditorehkan untuk Sumatera Selatan.
Semoga Allah mengampuni segala khilaf, menerima amal ibadahnya, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, Aamiin. (ydp)









