Pemerintah Pusat Gelontorkan Rp200 Miliar untuk Sekolah Rakyat, Demi Putus Rantai Kemiskinan di Ogan Ilir

OGAN ILIR , Beritasriwijaya.com – Pemerintah terus memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Proyek ini merupakan program pemerintah pusat yang kini tengah dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan rampung pada Juni mendatang.

Koordinator Lapangan Waskita-MKI KSO, Dewa Gede Satriya, menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Ogan Ilir berjalan tanpa kendala berarti, khususnya dari sisi lahan.

“Lahan sudah disiapkan oleh pemerintah daerah dan statusnya sudah clear, sehingga proses pembangunan bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Sekolah Rakyat ini dibangun di atas lahan sekitar 8 hektare dengan anggaran kurang lebih Rp200 miliar. Fasilitas yang disiapkan cukup lengkap, mulai dari gedung SD, SMP, hingga SMA, dilengkapi asrama siswa dan guru, serta sarana olahraga seperti lapangan bola dan basket.

“Konsepnya sama dengan lokasi lain di Sumatera Selatan, yaitu menyediakan pendidikan terpadu dari SD sampai SMA lengkap dengan fasilitas pendukung,” jelasnya.

Secara keseluruhan, terdapat tiga lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Sumatera Selatan dengan total anggaran mencapai sekitar Rp719.254.000.000. Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 240 hari.

Sekolah tersebut dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa, khusus bagi masyarakat kurang mampu.

Seleksi Ketat, Verifikasi Langsung ke Rumah

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menaruh perhatian serius terhadap proses seleksi calon siswa agar tepat sasaran.

Kasubag Umum Kepegawaian Dinas Sosial Kabupaten Ogan Ilir, Syaiful Hakim, menegaskan bahwa proses penentuan penerima dilakukan secara ketat melalui verifikasi lapangan.

“Kami memverifikasi langsung ke rumah-rumah, melihat kondisi ekonomi, penghasilan, dan kelayakan. Kalau layak, ditetapkan melalui SK, kalau tidak layak akan dieliminasi,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa data awal calon siswa berasal dari kelompok masyarakat desil 1 dan desil 2 (kategori ekonomi terbawah), yang kemudian diverifikasi ulang oleh tim di lapangan.

“Yang diutamakan adalah anak-anak yang benar-benar membutuhkan. Kami cek mulai dari rumah, kondisi ekonomi, hingga keberadaan anak usia sekolah,” tambahnya.

Pemerintah juga memberikan kesempatan bagi anak-anak yang sempat putus sekolah atau terlambat mengenyam pendidikan.

“Kalau memang anak tersebut ingin sekolah dan berasal dari keluarga tidak mampu, tetap akan kita fasilitasi,” ujarnya.

Peran Pemerintah Daerah dan Dukungan Masyarakat

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ferdian Riza Yudha, menekankan pentingnya dukungan seluruh elemen masyarakat agar program ini berjalan optimal.

Menurutnya, kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan agar program ini tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

“Sekolah Rakyat ini difokuskan untuk masyarakat desil 1 dan 2. Jadi diharapkan yang secara ekonomi sudah mampu tidak ikut mengambil kesempatan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir, Hartawan, yang menyebut program ini sebagai langkah strategis dalam pemerataan pendidikan.

Ia berharap, dengan adanya Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan.

Harapan: Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Pembangunan Sekolah Rakyat di Ogan Ilir diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai hambatan pendidikan, terutama yang disebabkan oleh tekanan ekonomi.

Dengan sistem asrama dan fasilitas lengkap, program ini diyakini dapat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk fokus belajar tanpa terbebani biaya.

“Harapannya, anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki akses pendidikan, kini bisa bersekolah dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” tutup Syaiful Hakim. (ydp)

Pos terkait