Sebulan Terendam Banjir, Akses Jalan Desa Limbang Mulya Lumpuh: Warga Bertahan di Tengah Jalan Terendam dan Layanan Dasar Terbatas

BANYUASIN, Beritasriwijaya.com Hampir satu bulan terakhir, warga Desa Limbang Mulya, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, harus menerima kenyataan pahit: akses jalan satu-satunya menuju dan keluar desa terendam banjir. Jalan yang berada di sisi aliran sungai itu sempat terendam hingga setinggi pinggang orang dewasa, membuat mobilitas warga lumpuh dan aktivitas sehari-hari berjalan dalam keterbatasan.

Banjir bukan hanya memutus jalur transportasi, tetapi juga memutus akses warga terhadap layanan dasar. Anak-anak sekolah kesulitan berangkat belajar, kebutuhan pokok menjadi sulit dijangkau, dan layanan kesehatan berada pada situasi serba terbatas.

Di tengah kondisi tersebut, warga juga mengeluhkan layanan kesehatan desa. Meski terdapat fasilitas kesehatan, tidak ada bidan yang menetap. Bidan hanya hadir pada waktu-waktu tertentu, umumnya sekitar satu kali dalam sebulan untuk kegiatan posyandu atau imunisasi. Di luar jadwal itu, warga harus keluar desa untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Kalau sakit mendadak, kami harus ke luar desa. Dengan kondisi jalan seperti ini, tentu sangat menyulitkan,” ujar Ria, warga setempat.

Dalam beberapa hari terakhir, kondisi di lapangan mulai menunjukkan perubahan. Upaya penanganan berupa pembuatan tanggul dan penyedotan air dilakukan di sepanjang jalan terdampak. Saat ini, ketinggian air di badan jalan dilaporkan telah surut hingga sebatas mata kaki. Meski demikian, warga masih menyimpan kekhawatiran, mengingat upaya serupa pernah dilakukan sebelumnya namun banjir kembali datang dengan kondisi lebih parah.

Situasi ini mendorong perlunya penanganan yang tidak bersifat sementara. Warga berharap ada solusi yang mampu menjamin akses jalan tetap berfungsi, terutama saat musim hujan dan luapan air sungai kembali terjadi.

Menanggapi kondisi tersebut, Camat Sembawa Drs. Erman Taufik, MM, menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan telah melakukan koordinasi lintas desa dan lintas wilayah, termasuk dengan desa-desa sekitar serta pihak perusahaan (PT) yang beroperasi di wilayah Sembawa dan Talang Kelapa.

“Untuk penanganan banjir, kami sudah berkoordinasi dengan para kepala desa, termasuk Desa Santan Sari, Pulau Muning, Sako Makmur, Limbang Mulya, serta Desa Sungai Rengit Murni di Kecamatan Talang Kelapa, bersama beberapa PT yang berada di wilayah tersebut,” ujarnya.

Hasil koordinasi tersebut, lanjut Erman, telah ditindaklanjuti melalui pembuatan tanggul dan penyedotan air di sepanjang ruas jalan terdampak.

“Alhamdulillah, saat ini air di jalan sudah turun dan berada di sekitar mata kaki,” katanya.

Terkait bantuan sosial, Camat Sembawa menyebutkan bahwa bantuan sembako telah disalurkan melalui Dinas Sosial Banyuasin, BPBD Banyuasin, serta BPBD Provinsi. Namun di lapangan, warga berharap pendataan ke depan dapat dilakukan lebih menyeluruh, mengingat dampak banjir dirasakan oleh seluruh warga desa, bukan hanya rumah yang terendam.

Untuk penanganan jangka panjang, pemerintah kecamatan mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Bupati Banyuasin melalui Sekretaris Daerah dengan melibatkan sejumlah dinas teknis.

“PUPR sudah meninjau lokasi. Kami masih menunggu petunjuk dari Bupati melalui PUPR untuk normalisasi aliran sungai di wilayah ini,” jelasnya.

Sementara terkait layanan kesehatan, Erman menegaskan bahwa berdasarkan laporan kepala desa, bidan desa tetap tersedia dan hadir saat dibutuhkan, serta aktif dalam kegiatan posyandu. Ia juga mengaku telah menginstruksikan tenaga kesehatan agar meningkatkan keaktifan pelayanan di desa.

Bagi warga Limbang Mulya, surutnya air di jalan hari ini belum sepenuhnya menghapus kekhawatiran. Harapan mereka sederhana: akses jalan yang aman sepanjang tahun, penanganan banjir yang berkelanjutan, dan layanan kesehatan yang benar-benar mudah dijangkau. Di tengah keterbatasan, warga menunggu pembuktian bahwa penanganan hari ini bukan sekadar respons sementara, melainkan awal dari solusi jangka panjang. (ydp)

Pos terkait