Pembangunan Jalan Cor Beton di Desa Rukun Makmur Diduga Asal Jadi, Disoroti Lembaga FP2KP

BANYUASIN, Beritasriwijaya.com Pembangunan jalan cor beton di Desa Rukun Makmur, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin menuai sorotan. Proyek yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat itu diduga dikerjakan secara asal jadi dan tidak memenuhi standar teknis.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, ketebalan cor beton pada jalan tersebut diperkirakan hanya sekitar 5 hingga 6 sentimeter. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena dinilai terlalu tipis untuk konstruksi jalan cor beton yang digunakan masyarakat.

Selain itu, komposisi material yang digunakan juga menjadi perhatian. Pada beberapa bagian jalan terlihat campuran pasir lebih dominan, sehingga dikhawatirkan dapat mempengaruhi kekuatan dan ketahanan jalan dalam jangka panjang.

Tak hanya itu, proyek tersebut juga dinilai minim transparansi. Di lokasi pembangunan tidak ditemukan papan informasi proyek, yang seharusnya memuat keterangan terkait sumber anggaran, nilai kegiatan, volume pekerjaan, serta pihak pelaksana.

Kondisi ini disoroti Ketua Lembaga FP2KP Banyuasin, Darmadi. Ia menilai setiap pembangunan yang menggunakan anggaran negara harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai spesifikasi teknis.

“Jika benar ketebalan cor hanya sekitar 5 sampai 6 sentimeter dan kualitasnya tidak sesuai, tentu ini perlu menjadi perhatian serius. Pembangunan infrastruktur desa tidak boleh dikerjakan asal jadi karena menyangkut kepentingan masyarakat,” ujar Darmadi.

Menurutnya, tidak adanya papan informasi proyek juga menimbulkan pertanyaan terkait keterbukaan dalam pelaksanaan pembangunan tersebut.

Darmadi menegaskan pihaknya akan melayangkan surat kepada pihak berwenang untuk meminta dilakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut.

“Kami akan menyurati pihak berwenang agar turun langsung ke lapangan dan mengusut dugaan pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi. Ini penting agar penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran dan berkualitas,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana kegiatan belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan tersebut.

Masyarakat berharap pembangunan jalan yang dibiayai dari anggaran publik dapat dikerjakan dengan baik agar dapat digunakan dalam jangka panjang dan tidak cepat rusak. (ydp)

Pos terkait