OGAN ILIR, Beritasriwijaya.com — Musim kemarau mulai berdampak serius terhadap lahan pertanian di Kecamatan Rantau Panjang. Sejumlah sawah tadah hujan dilaporkan mengalami kekeringan, mengancam produktivitas petani setempat.
Koordinator Penyuluh, Faridah, SP, mengungkapkan bahwa kondisi ini terjadi di beberapa desa, di antaranya Desa Rantau Panjang Ulu, Desa Ketapang I, dan Desa Arisan Deras. Ketergantungan pada air hujan membuat petani kesulitan mempertahankan tanaman saat curah hujan menurun drastis.
“Saat ini sawah tadah hujan mulai mengering. Petani sangat membutuhkan solusi cepat agar tanaman tidak gagal panen,” ujarnya.
Menurut Faridah, para petani berharap adanya bantuan dari pemerintah berupa pompa air dan sumur bor untuk mengatasi keterbatasan sumber air di musim kering.
Di Desa Arisan Deras, bantuan pompa air tenaga surya memang sudah diterima, namun jumlahnya masih terbatas. Selain itu, penggunaan pompa tersebut dinilai belum merata karena hanya efektif di area yang dekat dengan permukiman warga.
“Pompa tenaga surya yang ada saat ini ditempatkan di lokasi dekat rumah warga agar aman dari risiko pencurian panel. Sementara sawah yang jauh dari permukiman belum tersentuh bantuan,” jelasnya.
Kondisi ini membuat petani di wilayah yang jauh dari pemukiman lebih membutuhkan pompa air portabel yang mudah dipindahkan dan dapat digunakan sesuai kebutuhan di lapangan.
Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, petani berharap perhatian serius dari pemerintah agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan mampu menjangkau seluruh area persawahan.
Jika tidak segera ditangani, kekeringan ini dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan hasil panen hingga potensi kerugian bagi petani di wilayah tersebut.











