PALEMBANG, Beritasriwijaya.com — Kawasan Dekranasda Jakabaring yang merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kini menunjukkan kondisi yang jauh dari kata layak.
Dibangun sejak tahun 2004 dengan harapan menjadi pusat kerajinan sekaligus etalase produk unggulan daerah, kawasan ini justru terlihat terbengkalai dan minim perawatan.
Pantauan di lapangan, Jumat (3/4/2026), hanya sebagian kecil bangunan yang masih tampak dirawat. Selebihnya dibiarkan tanpa pengelolaan yang jelas. Semak belukar tumbuh liar, menutupi area bangunan dan halaman hingga menimbulkan kesan kumuh dan tidak terurus.
Kondisi fisik bangunan pun kian memprihatinkan. Sejumlah atap dan plafon terlihat rusak parah, bahkan ada yang nyaris ambruk. Situasi ini tidak hanya mencerminkan lemahnya perawatan, tetapi juga berpotensi membahayakan.
Padahal, kawasan dengan luas lebih kurang 17 hektare ini memiliki nilai strategis. Lokasinya berada di samping jalur LRT Palembang yang setiap hari dilalui masyarakat dan menjadi pusat perhatian. Posisi ini seharusnya menjadi peluang besar untuk menarik kunjungan.
Jika dikelola dengan baik dan benar, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan, khususnya saat momentum liburan. Tidak hanya itu, pemanfaatan yang optimal juga diyakini mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Namun kenyataannya, potensi tersebut belum tergarap. Aset yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah justru terkesan dibiarkan, seolah kehilangan arah pemanfaatan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait keseriusan dalam pengelolaan aset daerah. Tanpa langkah konkret dan penanganan yang tepat, bukan tidak mungkin kerusakan akan terus meluas dan nilai aset semakin menurun.
Masyarakat pun berharap adanya perhatian dan tindakan nyata dari pihak terkait, agar kawasan ini dapat kembali difungsikan sebagaimana mestinya, bukan sekadar menjadi simbol aset yang terlantar.











