BANYUASIN, Beritasriwijaya.com — Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Sungai Waru–Sungai Dua di Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, mengalami kerusakan parah hingga memicu kemacetan panjang dan kecelakaan lalu lintas.
Pantauan di lapangan pada Rabu (22/4), sedikitnya tiga peristiwa kecelakaan terjadi dalam satu hari akibat kondisi badan jalan yang ambles dan berlubang. Bahkan, sebuah iring-iringan pengantar jenazah terpaksa memutar balik karena tidak dapat melintas di tengah kemacetan dan kondisi jalan yang semakin memburuk.
Selain faktor kerusakan jalan, kemacetan juga diperparah oleh kendaraan bertonase berat yang melintas. Sejumlah truk bermuatan pupuk, material bangunan, hingga kayu dilaporkan mengalami kecelakaan dan terjebak di lokasi.
M. Ridwan, Babinsa Kecamatan Rambutan dari Koramil 03 Mariana Kodim 0430 Banyuasin, mengungkapkan kemacetan sudah terjadi sejak Selasa sekitar pukul 10.00 WIB.
“Awalnya ada mobil bermuatan pupuk dan material bangunan yang terperosok. Malam harinya disusul truk bermuatan kayu yang terguling dan hingga kini masih dalam proses evakuasi,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut.
“Kami mohon perhatian dari Bapak Bupati dan Gubernur agar jalan provinsi di Sungai Dua ini segera diperbaiki. Kondisinya sudah sangat parah dan hampir setiap hari ada kendaraan yang terguling,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Dinas PUBMTR Provinsi Sumatera Selatan, Parliansyah, ST, menjelaskan kerusakan terjadi akibat penurunan badan jalan di beberapa titik.
“Untuk titik-titik yang mengalami kerusakan parah akan segera kami tindak lanjuti. Terkait kendaraan bertonase berat, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi untuk penertiban,” jelasnya.
Di lokasi kejadian, kemacetan juga dipicu oleh truk pengangkut kayu yang nyaris terbalik sehingga muatannya berhamburan ke badan jalan.
Kasat Lantas Polres Banyuasin, AKP Suwandi, S.H., M.Si., yang turun langsung ke lokasi memastikan proses evakuasi berjalan lancar.
“Kami berupaya mengurai kemacetan dan mengevakuasi kendaraan yang terguling agar arus lalu lintas dapat kembali normal,” ujarnya.
Hingga malam hari, proses evakuasi masih berlangsung dan arus kendaraan terpantau tersendat. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat melintas serta mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan panjang. (ydp)











