BANYUASIN, Beritasriwijaya.com — Pihak RSUD Banyuasin akhirnya memberikan klarifikasi terkait peristiwa persalinan seorang warga Desa Durian Daun, Kecamatan Suak Tapeh, yang melahirkan di dalam ambulans saat proses rujukan.
Melalui keterangan resmi yang disampaikan Humas RSUD Banyuasin, disebutkan bahwa keselamatan ibu dan bayi menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan medis.
“Kami bersyukur bahwa ibu dan bayi dalam kondisi sehat dan selamat. Keselamatan keduanya selalu menjadi prioritas utama,” demikian disampaikan pihak RSUD Banyuasin.
Rujukan Disebut Berdasarkan Pertimbangan Medis
Pihak rumah sakit menjelaskan, keputusan merujuk pasien dilakukan setelah hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi bayi dalam posisi sungsang, yang tergolong persalinan berisiko tinggi.
Dalam kondisi tersebut, pasien dinilai memerlukan penanganan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG), serta kesiapan tindakan operasi caesar apabila diperlukan.
Namun, saat kejadian, dokter spesialis yang dibutuhkan tidak sedang bertugas di lokasi.
“Oleh karena itu, rujukan dilakukan sebagai langkah untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang lebih optimal dan aman sesuai standar pelayanan medis,” jelas pihak RSUD.
Proses Rujukan Diklaim Sesuai Prosedur
RSUD Banyuasin juga menyatakan bahwa proses rujukan telah dilakukan dengan koordinasi ke rumah sakit tujuan, serta pasien didampingi oleh dua bidan selama perjalanan.
Dalam situasi darurat saat persalinan terjadi di ambulans, tim pendamping disebut sigap mengambil tindakan hingga bayi berhasil dilahirkan dengan selamat.
Jadi Sorotan Publik
Sebelumnya, peristiwa ini menuai sorotan setelah pasien dilaporkan tidak dapat ditangani di RSUD Banyuasin dan harus menunggu ambulans dalam waktu cukup lama, sebelum akhirnya melahirkan di perjalanan menuju Palembang.
Kejadian tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait ketersediaan dokter spesialis serta kecepatan layanan rujukan di rumah sakit daerah.
RSUD Janji Evaluasi
Menanggapi hal tersebut, pihak RSUD Banyuasin menyatakan akan melakukan evaluasi guna meningkatkan pelayanan ke depan.
Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain peningkatan ketersediaan dokter spesialis serta penguatan sistem rujukan dan komunikasi kepada pasien.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa kesiapan tenaga medis dan sistem pelayanan darurat merupakan faktor krusial dalam menjamin keselamatan pasien, khususnya dalam kasus persalinan berisiko tinggi. (ydp)









