OGAN ILIR, BERITASRIWIJAYA.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Ogan Ilir terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran di wilayahnya. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari penempatan personel di tiga zona pelayanan, penguatan koordinasi lintas sektor, hingga sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ogan Ilir, Ibnu Hardi, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa jajarannya berkomitmen menjalankan tugas dengan sepenuh hati sesuai amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh Bupati Ogan Ilir.
Menurutnya, pelayanan pemadam kebakaran tidak hanya berfokus pada penanganan ketika api sudah membesar, tetapi juga mencakup upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat agar risiko kebakaran dapat diminimalkan.
Untuk mendukung pelayanan di wilayah Kabupaten Ogan Ilir yang mencakup 16 kecamatan, Damkar telah membagi wilayah operasional ke dalam tiga zona, yakni Tanjung Raja, Tanjung Batu, dan Indralaya.
Pembagian zona tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat respons petugas ketika menerima laporan kebakaran, sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Kami berupaya memberikan pelayanan sebaik mungkin. Personel selalu bersiaga di posko dan dibagi menjadi tiga sif agar pelayanan tetap berjalan selama 24 jam,” ujar Ibnu Hardi.
Perkuat Koordinasi, Informasi Kebakaran Lebih Cepat Diterima
Selain menyiagakan personel, Damkar Ogan Ilir juga memperkuat sistem komunikasi dengan pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, kepolisian, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Salah satu langkah yang dilakukan ialah membentuk sejumlah grup WhatsApp sebagai sarana pertukaran informasi apabila terjadi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya.
Melalui jaringan komunikasi tersebut, informasi dari kepala desa, lurah, camat, dan unsur terkait diharapkan dapat diterima petugas dengan lebih cepat sehingga penanganan bisa segera dikoordinasikan.
Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan bersama TNI dan Polri. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran penanganan kebakaran, terutama ketika kejadian membutuhkan bantuan banyak pihak.
Bagi Damkar, kecepatan memperoleh informasi merupakan salah satu faktor penting dalam memberikan pelayanan. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas dapat mempersiapkan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Kelalaian dan Gangguan Listrik Jadi Perhatian
Ibnu menjelaskan, kebakaran di kawasan permukiman penduduk umumnya berkaitan dengan sejumlah faktor, di antaranya gangguan instalasi listrik, penggunaan kompor gas, serta kelalaian dalam aktivitas sehari-hari.
Karena itu, Damkar Ogan Ilir terus mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik maupun perangkat memasak di rumah.
Sosialisasi pencegahan dilakukan melalui berbagai kesempatan, mulai dari forum masyarakat, kegiatan sosial dan kemasyarakatan, hingga penyampaian imbauan melalui masjid dan media sosial.
Petugas juga berupaya turun langsung ke lapangan untuk menjangkau masyarakat, termasuk warga yang tinggal di desa-desa dengan lokasi relatif jauh dari jangkauan pelayanan.
Menurut Ibnu, pencegahan merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran sederhana, seperti memeriksa kondisi instalasi listrik, menggunakan kompor gas secara aman, dan tidak meninggalkan peralatan memasak tanpa pengawasan, dapat membantu mengurangi risiko kebakaran.
“Imbauan dan sosialisasi terus kami lakukan. Kami ingin masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan sehingga kebakaran bisa diantisipasi sedini mungkin,” ungkapnya.
Jalan Sempit dan Keterbatasan Air Jadi Tantangan
Meski terus meningkatkan kesiapsiagaan, petugas Damkar masih menghadapi sejumlah kendala saat melakukan penanganan kebakaran di lapangan.
Ibnu menyebutkan, kondisi jalan yang sempit di sejumlah permukiman menjadi salah satu tantangan bagi kendaraan pemadam untuk menjangkau titik kejadian. Selain itu, ketersediaan dan akses terhadap sumber air juga dapat menyulitkan proses pemadaman.
Dalam kondisi tersebut, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan. Warga kerap bergotong royong membantu proses penanganan sesuai kemampuan dan kondisi di lapangan.
Namun, ia berharap dukungan tersebut tetap dilakukan dengan memperhatikan keselamatan agar masyarakat tidak ikut terpapar bahaya selama proses pemadaman berlangsung.
Di sisi lain, keterbatasan jumlah personel turut menjadi perhatian. Menurut Ibnu, penambahan tenaga sukarela perlu mempertimbangkan ketentuan yang berlaku, termasuk kebijakan terkait pengangkatan tenaga non-ASN menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan efisiensi anggaran menjadi salah satu tantangan dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan di lapangan.
Kendati demikian, berbagai keterbatasan tersebut tidak mengurangi komitmen petugas untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pelayanan 24 Jam, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas
Damkar Ogan Ilir menegaskan kesiapan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Selain menangani kebakaran, petugas juga membantu masyarakat dalam sejumlah kondisi darurat dan kebutuhan pertolongan lainnya sesuai kapasitas pelayanan.
Ibnu mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan koordinasi, pemeliharaan kesiapan personel, serta dukungan tim teknis dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Ia menambahkan, pelaksanaan tugas dan pengembangan pelayanan tetap mengacu pada peraturan yang berlaku serta kebijakan pemerintah daerah.
Di akhir keterangannya, Ibnu mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh potensi kebakaran. Menurutnya, langkah pencegahan yang dilakukan sejak dini jauh lebih baik daripada menghadapi dampak kebakaran setelah kejadian berlangsung.
Ia juga mengajak masyarakat segera menyampaikan laporan apabila mengetahui adanya kebakaran atau keadaan darurat, melalui saluran pelaporan resmi Damkar yang tersedia, termasuk layanan darurat 112 apabila telah tersedia dan aktif di wilayah tersebut.
“Keselamatan masyarakat menjadi perhatian kami. Karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan sejak dari rumah masing-masing,” tutupnya.
Melalui kesiapsiagaan personel, pembagian tiga zona pelayanan, serta dukungan masyarakat dan instansi terkait, Damkar Ogan Ilir berharap penanganan kebakaran dapat berlangsung semakin cepat, terkoordinasi, dan efektif demi melindungi keselamatan warga serta mengurangi kerugian akibat kebakaran. (ydp)









