BANYUASIN, Beritasriwijaya.com — Ratusan warga Desa Sejagung, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, menggelar tradisi sedekah dusun atau yang dikenal dengan “cuci dusun”, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan ini merupakan warisan budaya leluhur yang hingga kini masih terus dilestarikan, meskipun di tengah perkembangan era modern. Tradisi tersebut menjadi bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT sekaligus doa agar diberikan keberkahan dalam kehidupan, khususnya dalam sektor pertanian.
Kepala Desa Sejagung, Ashar Muslimin, didampingi juru kunci atau ketua adat Arifin, turut hadir bersama ratusan warga dalam kegiatan tersebut. Masyarakat tampak antusias dengan membawa berbagai makanan dan hasil bumi sebagai bagian dari ritual adat.
Beberapa hidangan khas yang disajikan dalam tradisi ini di antaranya lima jenis ayam (sila, putih, kuning, kace perang, dan hitam) serta nasi punjung dan telur. Sajian tersebut merupakan simbol yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
Ashar Muslimin menjelaskan bahwa sedekah dusun rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang musim tanam padi.
“Tradisi ini merupakan bentuk doa dan harapan kepada Allah SWT agar hasil panen ke depan melimpah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat persatuan dan gotong royong antarwarga,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Rantau Bayur, Sanusi, saat dikonfirmasi pada Senin (27/4/2026), menyampaikan bahwa tradisi sedekah dusun masih sangat kental di wilayahnya.
“Hampir seluruh desa di Kecamatan Rantau Bayur, sekitar 21 desa, masih melaksanakan tradisi ini. Biasanya dilakukan menjelang masa tanam padi, dengan harapan diberikan kesehatan dan hasil panen yang baik,” jelasnya.
Tradisi sedekah dusun tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan serta spiritualitas masyarakat di tengah perubahan zaman. (Uju)











