140 Hektare Lahan Gambut di Payakabung Terbakar, Kades Soroti Minimnya Pasokan Air

OGAN ILIR, BERITASRIWIJAYA.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Payakabung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menghanguskan sekitar 140 hektare lahan gambut sepanjang September hingga Oktober 2026. Sulitnya akses air menjadi salah satu kendala utama dalam upaya pemadaman di lokasi.

 

Kepala Desa Payakabung, Paula Rossi, menyampaikan bahwa luas lahan yang terbakar tersebut mencapai sekitar 10 persen dari total 1.400 hektare lahan desa.

 

Menurut Paula, kondisi lahan yang didominasi gambut membuat proses pemadaman tidak mudah. Api dapat bertahan di bawah permukaan tanah, terutama pada area dengan kedalaman gambut yang mencapai tiga meter.

 

“Karakteristik lahan gambut membuat api sulit dipadamkan karena bara dapat bertahan di dalam tanah. Sementara itu, pasokan air di lokasi masih sangat terbatas,” ujar Paula.

 

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan pada 2–10 Oktober 2026, terdapat tujuh titik panas (hotspot) di wilayah desa tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian karena kebakaran di lahan gambut berpotensi meluas apabila tidak ditangani secara maksimal.

 

Upaya pemadaman melibatkan personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, TNI, dan Polri. Namun, keterbatasan sumber air menjadi tantangan bagi petugas dalam menjangkau dan memadamkan titik api.

 

Dugaan Pembakaran Lahan Masih Perlu Didalami

 

Selain kebakaran yang diduga merambat dari lahan lain, pemerintah desa juga menyoroti dugaan pembakaran lahan pada 8 Oktober 2026.

 

Berdasarkan informasi yang disampaikan, seorang warga yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) diamankan setelah aksinya diduga terekam dalam video amatir warga. Sejumlah barang bukti berupa 10 korek api juga disebut telah diamankan.

 

Peristiwa tersebut dilaporkan mengakibatkan sekitar setengah hektare lahan dan satu pondok terbakar. Orang yang bersangkutan kemudian diserahkan warga ke pihak kepolisian dan selanjutnya dirujuk ke panti sosial.

 

Meski demikian, dugaan penyebab kebakaran tersebut perlu dipastikan melalui keterangan resmi pihak berwenang. Kondisi kejiwaan seseorang maupun keterlibatannya dalam suatu peristiwa tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan rekaman video atau informasi warga.

 

Kades Minta Dukungan Sumur Bor dan Pendalaman Kanal

 

Untuk mengantisipasi kebakaran serupa, Pemerintah Desa Payakabung berharap pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pemerintah pusat memberikan dukungan berupa pembangunan sumur bor atau pendalaman kanal yang sudah tersedia.

 

“Kami berharap ada dukungan konkret untuk menyediakan sumber air yang memadai, baik melalui pembangunan sumur bor maupun pendalaman kanal. Ketersediaan air sangat penting agar penanganan kebakaran bisa dilakukan lebih cepat dan risiko meluasnya api dapat ditekan,” kata Paula.

 

Menurutnya, penyediaan sumber air menjadi kebutuhan penting bagi desa yang memiliki kawasan gambut cukup luas. Selain membantu proses pemadaman, infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan petugas ketika menghadapi ancaman karhutla.

 

Pemerintah desa berharap persoalan ini mendapat perhatian lintas pemerintahan sehingga penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada upaya pencegahan dan kesiapan sarana pendukung di lapangan.

Pos terkait