BANYUASIN, BERITASRIWIJAYA.COM – Pemerintah Desa Tebing Abang, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, menggelar musyawarah bersama tokoh masyarakat di kediaman Kepala Desa Tebing Abang, Nuhasim, Jumat (12/6/2026). Pertemuan tersebut membahas pemanfaatan lahan yang berada di Dusun I Desa Tebing Abang.
Lahan tersebut diketahui telah dikelola oleh pihak ketiga selama kurang lebih lima tahun dengan empat kali masa tanam padi. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal karena tingginya kandungan zat asam dan gas pada lahan tersebut.
Musyawarah dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Dusun I, di antaranya H. Arkoni MD, Masohan MD, A. Kahar, M. Amin, Muslim, A. Gani, Harisun, perwakilan BPD Samsul, Lekat Warnata, perangkat desa, para Ketua RT, serta Kepala Dusun I.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tebing Abang, Nuhasim, menyampaikan bahwa musyawarah dilakukan untuk mencari solusi terbaik dalam mendukung pembangunan desa dan ketahanan pangan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Kami telah beberapa kali berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan instansi terkait, termasuk Dinas Pertanian, untuk mencari solusi terhadap kondisi lahan tersebut,” ujar Nuhasim.
Ia menjelaskan, salah satu alternatif yang saat ini sedang dikaji adalah program penanaman kelapa yang dinilai berpotensi cocok dengan karakteristik lahan tersebut. Program tersebut berkaitan dengan pengembangan bahan baku Bio Avtur yang saat ini menjadi salah satu program strategis di Kabupaten Banyuasin.
“Program ini murni merupakan usulan yang kami ajukan. Saya juga tidak pernah mencatut nama Bupati Banyuasin terkait rencana pemanfaatan lahan tersebut,” tegasnya.
Menurut Nuhasim, rencana tersebut masih sebatas wacana dan akan dilanjutkan hanya apabila mendapat persetujuan masyarakat Dusun I Desa Tebing Abang. Dalam musyawarah tersebut, masyarakat disebut memberikan respons positif dan antusias terhadap gagasan yang disampaikan.
Sementara itu, tokoh masyarakat H. Arkoni MD menjelaskan bahwa Kabupaten Banyuasin saat ini tengah mendorong program penanaman kelapa sebagai salah satu sumber bahan baku Bio Avtur.
“Ini merupakan peluang yang cukup menjanjikan bagi masyarakat Desa Tebing Abang dan masyarakat Banyuasin pada umumnya. Namun, program ini hanya dapat berjalan apabila masyarakat kompak dan memberikan dukungan,” katanya.
Arkoni juga menegaskan bahwa lahan yang dibahas merupakan milik masyarakat Desa Tebing Abang, khususnya warga Dusun I, sehingga setiap keputusan harus berdasarkan kesepakatan bersama.
“Tidak ada kisruh terkait lahan ini selama dikelola. Yang kami harapkan adalah bagaimana ke depan desa bisa semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pertemuan tersebut merupakan tahap awal karena saat ini tim dari pihak ketiga masih melakukan pengumpulan data dan pemetaan lokasi menggunakan teknologi drone terhadap area lahan yang telah terbuka.
“Setelah hasil pemetaan selesai, akan dilakukan musyawarah lanjutan untuk membahas lebih lanjut terkait rencana program tersebut,” pungkasnya.
Menurut hasil pembahasan dalam musyawarah tersebut, sekitar 90 persen masyarakat Dusun I Desa Tebing Abang yang hadir menyatakan setuju dan mendukung rencana program penanaman kelapa sebagai upaya pemanfaatan lahan yang selama ini belum memberikan hasil optimal. Dukungan tersebut muncul karena masyarakat menilai program tersebut berpotensi meningkatkan perekonomian warga serta mendukung program ketahanan pangan dan pengembangan industri Bio Avtur di Kabupaten Banyuasin. (Uju)









