BANYUASIN, BERITASRIWIJAYA.COM — Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rejodadi, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, disebut berulang kali mengalami penghentian. Alasan yang disampaikan setiap kali terjadi kendala disebut berkaitan dengan anggaran yang belum turun.
Terbaru, penyaluran MBG kepada siswa di sekolah penerima manfaat disebut kembali terhenti pada Rabu dan Kamis pekan lalu. Sebelumnya, distribusi disebut berjalan pada Senin dan Selasa, kemudian kembali dilanjutkan pada Jumat hingga Selasa (15/9/2026).
Informasi mengenai terhentinya penyaluran tersebut diperoleh dari sejumlah siswa dan wali siswa. Mereka mempertanyakan tidak adanya pembagian MBG pada dua hari tersebut.
Untuk memastikan informasi itu, pihak media melakukan penelusuran dan meminta konfirmasi kepada SPPG Rejodadi yang dikelola Yayasan Sakala Semesta Karunia, Selasa (15/9/2026).
Salah seorang relawan dapur SPPG membenarkan adanya penghentian penyaluran pada Rabu dan Kamis. Menurutnya, kegiatan tidak berjalan karena anggaran belum turun.
“Senin dan Selasa aktif, Rabu dan Kamis libur karena anggaran belum turun. Jumat sudah aktif kembali sampai hari ini,” ujar relawan tersebut.
Bukan Kali Pertama
Persoalan tersebut disebut bukan kali pertama terjadi. Seorang wali siswa mengungkapkan, penghentian atau tidak adanya penyaluran MBG dengan alasan anggaran belum turun disebut sudah beberapa kali terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut keterangan wali siswa tersebut, pada 26 Juli hingga 2 Agustus, penyaluran MBG disebut juga sempat mengalami kendala dengan alasan anggaran belum turun.
Kondisi serupa kembali disebut terjadi pada 18 hingga 20 Agustus.
Dengan demikian, persoalan penghentian penyaluran MBG di SPPG Rejodadi disebut bukan hanya terjadi sekali, melainkan berulang dalam beberapa waktu terakhir.
Wali siswa mempertanyakan kondisi tersebut karena program MBG berkaitan langsung dengan pemenuhan makanan bergizi bagi siswa penerima manfaat.
“Harapannya kejadian seperti ini jangan sering terulang. Dapur lain lancar, kok yayasan ini selalu terkendala,” ujarnya.
Namun, keterangan mengenai kejadian pada 26 Juli hingga 2 Agustus serta 18 hingga 20 Agustus tersebut masih berasal dari wali siswa dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Yayasan Sakala Semesta Karunia.
Yayasan Belum Beri Penjelasan
Sementara itu, saat pihak media melakukan konfirmasi ke pengelola SPPG Rejodadi, belum ada pihak Yayasan Sakala Semesta Karunia yang memberikan keterangan resmi terkait persoalan tersebut.
Menurut relawan, kedatangan pihak media sebelumnya telah disampaikan kepada ketua yayasan. Namun, hingga proses konfirmasi dilakukan, ketua yayasan disebut belum menghubungi pihak media untuk memberikan penjelasan.
Kondisi ini membuat sejumlah pertanyaan masih belum terjawab, terutama terkait mekanisme anggaran, penyebab penyaluran disebut berulang kali terhenti, serta langkah pengelola untuk memastikan distribusi MBG kepada siswa dapat berjalan secara konsisten.
Pihak media masih berupaya mendapatkan keterangan resmi dari Yayasan Sakala Semesta Karunia mengenai persoalan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, pihak yayasan belum memberikan keterangan resmi. Ruang hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka.









