BANYUASIN, BERITASRIWIJAYA.COM – Seorang karyawan PT Basin Coal Mining (BCM) bernama Suwandi diduga menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di sekitar area operasional perusahaan yang berlokasi di Desa Paldas, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, pada Sabtu Malam (4/7/2026).
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, korban mengalami luka tembak di bagian kepala dan sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Seterio Kabupaten Banyuasin. Karena kondisi korban yang cukup serius, Suwandi kemudian dirujuk untuk menjalani tindakan operasi.
Informasi yang beredar menyebutkan luka yang dialami korban diduga disebabkan oleh proyektil senapan angin. Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian yang memastikan jenis senjata yang digunakan maupun penyebab pasti insiden tersebut.
Menanggapi peristiwa itu, Ketua AMUNISI Kabupaten Banyuasin, Uju Efriyadi Efendi, menyampaikan keperihatinannya dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.
“Kami sangat menyayangkan terjadinya peristiwa ini. Korban merupakan karyawan yang sedang bekerja. Kami meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini, mengungkap pelaku beserta motifnya, serta melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan di lingkungan PT BCM,” ujar Uju.
Menurut Uju, apabila nantinya terbukti terdapat penggunaan senjata secara ilegal di lingkungan perusahaan, maka hal tersebut harus menjadi perhatian serius dan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ia juga meminta Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, SH., MH., untuk melakukan evaluasi terhadap operasional dan perizinan PT Basin Coal Mining apabila dari hasil penyelidikan ditemukan adanya pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku.
Selain itu, Uju menyatakan pihaknya berencana menyampaikan aspirasi kepada Bupati Banyuasin dan DPRD Kabupaten Banyuasin sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pekerja maupun masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Senada dengan itu, tokoh masyarakat Desa Paldas, Hernain, mengatakan akan mendorong sejumlah lembaga di Kabupaten Banyuasin agar meminta pemerintah daerah dan DPRD melakukan evaluasi terhadap perusahaan tersebut.
Menurut Hernain AR, perusahaan selama ini dinilai kerap menimbulkan persoalan yang berdampak terhadap masyarakat maupun para pekerjanya. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah segera mengambil langkah evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Desa Paldas, Alexander SIP,.M.SI, membenarkan adanya peristiwa penembakan yang menimpa salah seorang karyawan PT Basin Coal Mining.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Basin Coal Mining maupun kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi kejadian, kondisi terkini korban, identitas pelaku, maupun hasil penyelidikan atas dugaan penembakan tersebut. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. (nila)







