BANYUASIN, BERITASRIWIJAYA.COM – Temuan sejumlah kerusakan pada bangunan hasil revitalisasi SD Negeri 23 Tanjung Lago, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, mulai mendapat respons dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin Adi Chandra menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi yang disampaikan terkait kondisi bangunan sekolah yang menjadi sorotan masyarakat tersebut.
“Wa’alaikum salam, terima kasih informasinya dan segera kami tindak lanjuti,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin saat dikonfirmasi Beritasriwijaya.com melalui pesan WhatsApp.
Sebelumnya, proyek revitalisasi SDN 23 Tanjung Lago yang dikerjakan melalui mekanisme swakelola dengan anggaran Rp994.230.754 menjadi perhatian publik setelah ditemukan sejumlah kerusakan pada bangunan yang baru selesai dikerjakan.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, beberapa bagian lantai ruang kelas terlihat jebol dan berlubang. Selain itu, sejumlah pintu dilaporkan mengalami kerusakan, sementara lantai semen di beberapa titik tampak mengelupas.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat terkait kualitas pekerjaan proyek yang menggunakan anggaran negara hampir mencapai Rp1 miliar.
Tak hanya itu, muncul pula keterangan dari salah seorang kepala tukang yang mengaku terlibat dalam pekerjaan proyek tersebut. Ia menyebut terdapat sekitar 2.000 batu bata yang tersisa setelah pekerjaan selesai dan diduga sudah tidak berada lagi di lokasi. Informasi tersebut hingga kini masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan.
Selain persoalan material, muncul pula perbedaan informasi mengenai nilai pekerjaan fisik yang dikerjakan di lapangan dengan dokumen perencanaan yang ada. Perbedaan tersebut juga menjadi salah satu hal yang dinilai perlu mendapat penjelasan resmi.
Masyarakat berharap tindak lanjut yang disampaikan Dinas Pendidikan tidak hanya berhenti pada tahap klarifikasi administratif, tetapi juga disertai pemeriksaan langsung terhadap kondisi bangunan di lapangan guna memastikan keamanan dan kenyamanan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
Publik kini menunggu langkah konkret dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin terkait hasil tindak lanjut atas berbagai temuan yang mencuat pada proyek revitalisasi SDN 23 Tanjung Lago tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh informasi lebih lanjut mengenai bentuk tindak lanjut yang akan dilakukan maupun jadwal pemeriksaan terhadap bangunan sekolah tersebut. (ydp)








