Di Tengah Tekanan PAD, Aset Miliaran Danau Wisata Teluk Gelam Terbengkalai, Bupati OKI Diminta Bertindak

OGAN KOMERING ILIR, Beritasriwijaya.com – Kondisi kawasan Danau Wisata Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang dahulu menjadi salah satu ikon kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan, kini terlihat memprihatinkan dan terkesan terbengkalai.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hampir seluruh bangunan yang berada di kawasan wisata tersebut mengalami kerusakan dan tidak terawat. Sejumlah fasilitas yang pernah dibangun untuk menunjang kegiatan olahraga dan pariwisata kini tampak kosong, ditumbuhi semak belukar, serta mengalami kerusakan di berbagai bagian.

Danau Wisata Teluk Gelam sendiri memiliki luas sekitar 250 hektare dan pernah menjadi pusat perhatian nasional saat digunakan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI Tahun 2004 di Sumatera Selatan.

Beberapa fasilitas yang dulunya dibangun untuk mendukung kegiatan tersebut, seperti Hotel Danau Teluk Gelam, Gedung Adhyaksa, gedung-gedung penunjang, serta berbagai sarana olahraga dan pariwisata, kini sebagian besar tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Salah satu bangunan yang masih dimanfaatkan hingga saat ini adalah asrama diklat yang digunakan sebagai tempat kursus Bahasa Jepang. Namun, di luar fasilitas tersebut, sebagian besar bangunan lainnya terlihat tidak aktif dan minim perawatan.

Selain itu, baru-baru ini juga telah dibangun dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Danau Wisata Teluk Gelam. Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga saat ini dapur tersebut belum beroperasi.

Di kawasan yang sama, pemerintah juga tengah membangun gedung Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program pendidikan nasional. Pembangunan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat baru bagi kawasan Teluk Gelam yang selama ini kurang termanfaatkan secara optimal.

Sejumlah warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat melakukan revitalisasi terhadap kawasan wisata tersebut agar kembali menjadi destinasi unggulan dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

“Sayang sekali aset sebesar ini dibiarkan terbengkalai. Dulu Teluk Gelam menjadi kebanggaan masyarakat OKI, bahkan dikenal hingga tingkat nasional karena menjadi lokasi PON. Harapan kami kawasan ini bisa dihidupkan kembali,” ujar salah seorang warga.

Di sisi lain, keberadaan Danau Wisata Teluk Gelam seharusnya dapat menjadi salah satu aset strategis daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan luas mencapai 250 hektare serta didukung berbagai fasilitas yang telah tersedia, kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar daerah.

Namun hingga saat ini, potensi tersebut belum tergarap secara maksimal. Kondisi fasilitas yang terbengkalai membuat kawasan yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat OKI itu belum mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.

Situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten OKI di bawah kepemimpinan Bupati OKI. Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus membangun fasilitas baru, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap aset-aset daerah yang telah ada agar tidak terus mengalami kerusakan dan kehilangan nilai manfaatnya.

Revitalisasi kawasan, perbaikan infrastruktur, serta penyusunan konsep pengelolaan yang profesional dinilai menjadi langkah penting untuk mengembalikan kejayaan Danau Wisata Teluk Gelam. Selain menjaga aset daerah, upaya tersebut juga diyakini dapat membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan PAD Kabupaten Ogan Komering Ilir.

“Kalau dikelola dengan baik, kawasan ini bisa kembali ramai dan menjadi sumber pendapatan daerah. Sayang jika aset sebesar ini hanya menjadi bangunan kosong yang terus rusak dari tahun ke tahun,” kata warga lainnya.

Dengan potensi yang dimiliki, Danau Wisata Teluk Gelam dinilai masih sangat layak untuk dikembangkan sebagai pusat wisata, olahraga, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat. Kini publik menunggu langkah nyata Pemerintah Kabupaten OKI untuk menghidupkan kembali ikon daerah yang pernah mengharumkan nama Kabupaten Ogan Komering Ilir di tingkat nasional tersebut. (ydp)

Pos terkait