Jalan Berlubang Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pepaya di Tengah Jalan Lintas Timur

BANYUASIN, Beritasriwijaya.com – Sebatang pohon pepaya tampak berdiri di tengah ruas Jalan Lintas Timur Palembang–Betung Kilometer 45, Rabu (17/6/2026). Pohon tersebut sengaja ditanam warga di dalam lubang jalan sebagai bentuk protes dan kekecewaan terhadap kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki secara permanen.

 

Bacaan Lainnya

Aksi ini bukan kali pertama dilakukan masyarakat. Pekan lalu, warga juga sempat menanam pohon pisang di lokasi yang sama. Setelah itu memang sempat dilakukan perbaikan dengan cara tambal sulam. Namun, perbaikan tersebut dinilai tidak bertahan lama karena jalan kembali rusak dan berlubang hanya dalam waktu singkat.

 

Sejumlah warga mengaku kesal karena kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapat penanganan yang benar-benar tuntas.

 

“Kalau hujan lubangnya tidak terlihat karena tergenang air. Banyak pengendara motor yang hampir jatuh. Kami berharap pemerintah serius memperbaiki jalan ini, jangan hanya tambal sulam,” ujar salah seorang warga.

 

Keluhan serupa juga disampaikan para sopir yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Mereka mengaku harus mengurangi kecepatan secara mendadak atau menghindari lubang yang berisiko menyebabkan kecelakaan.

 

“Kalau malam hari lebih berbahaya. Lubangnya cukup dalam dan tidak semua terlihat jelas. Kendaraan sering menghantam lubang, ban cepat rusak, kaki-kaki kendaraan juga ikut terdampak,” kata seorang sopir angkutan.

 

Menurut para sopir, kondisi jalan yang rusak tidak hanya mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menambah biaya perawatan kendaraan akibat sering melintasi ruas jalan yang berlubang.

 

Sebagai salah satu jalur utama penghubung Palembang dan Betung, Jalan Lintas Timur setiap hari dilintasi ribuan kendaraan, termasuk angkutan barang bertonase besar. Karena itu, masyarakat menilai perbaikan sementara dengan metode tambal sulam tidak lagi menjadi solusi.

 

Penanaman pohon pepaya di tengah jalan pun menjadi sindiran keras bagi pihak terkait. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata dengan melakukan perbaikan menyeluruh sebelum kerusakan semakin parah dan memakan korban.

 

“Kalau jalan yang berlubang dibiarkan terlalu lama, masyarakat akhirnya mencari cara sendiri untuk memberi tanda bahaya. Pohon pepaya di tengah jalan itu bukan sekadar tanaman, melainkan simbol kekecewaan yang sengaja ditancapkan agar pemerintah tidak lagi menutup mata.” (ydp)

Pos terkait